Menggapai Impian
Seorang anak petani yang bernama Nidum, dia dari kecil
mempunyai impian ingin menjadi seorang pengusaha yang sangat kaya dan bisa
bermanfaat buat banyak orang.
Nidum adalah seorang yang sangat pemalu,dia mempunyai kedua
orang tua yang sangat menyayangi nya dan dia juga mempunyai 3 saudara
perempuan. Nidum anak laki-laki satu-satu nya
Pada saat nidum berusia 3-4 tahun .nidum jarang sekali
melihat ayah nya. Karena ayah nya adalah seorang penjual es bungkus keliling.
Yang mana setiap hari ayah nya harus mengayu sepeda dari desa 1 kedesa yang lain
nya yang mana jarang nya bisa mencapai puluhan KM.
Ayah nya harus pergi pagi pada saat nidum belum bangun tidur
dan pulang larut malam ketika nidum sudah tidur. Begitulah kehidupan yang dia
jalani.
Sehari-hari nya nidum bermain dengan saudara-saudara
perempuan nya. Dan ibu nya pada saat itu berkerja di kebun.
Pada saat itu kehidupan keluarga nidum sangat susah sekali.
Beberapa tahun kemudian ayah nidum bekerja menjadi seorang
petani karet yang mana penghasilan nya sudah agak lumayan.
Nidum pun pada saat itu sudah berusia 17 tahun ,dan dia
memutuskan untuk melanjutkan sekolah SMA ke luar desa yang jarank nya 13km dari
desa nidum
Bersama adik perempuan nya dia harus berjuang untuk mencapai
ketempat sekolah nya karena jalan yang harus delewati tidak lah mudah, jika
hujan berlumpur dan jika kemarau berdebu,
Tapi itu tidak menyusutkan semangat nya si nidum untuk
menggapai cit-cita nya.
Setiap pulang sekolah dia harus membantu ayah dan ibu nya di
kebun
Jika hari libur dia juga harus pergi kkebun untuk membantu
ayah nya.
Pada saat lulus SMA nidum ingin sekali melanjutkan kuliah.
Tapi dia melihat ke dua orang tua nya tidak akan sanggup membiayainya . tapi
nidum tidak putus asa.
1 tahun dia harus bekerja sebagai petani karet yang mana dia
bisa menabung 1 bulan 600rb. Sehingga dia dapat mengumpulkan uang 5000.000
Nidum sujutk kepada orang tua nya dia meminta izin agar dia
bisa melanjutkan pendidikan nya lebih tinggi lagi. Ayah nya berkata” nak bapak
tidak punya uang untuk membiayai kuliah kamu”
Dengan air mata nyang mengalir si nidum berkata “ yah ,
nidum bejanji nidum akan berusah membantu mengump[ulkan uang untuk biaya nidum”
dengan ras bimbanmg ayah dan ibu nya pun mengizinkan nidum untuk kuliah,
Memasuki tahun pertama nidum kuliah, nidum dengan rajin nya
belajar dan 1 bulan sekali dia harus pulang untuk menjenguk ayah dan ibu nya.
Pada saat itu dia belum bisa memenuhi janji nya untuk mencarim kerja sambilan .
dan nidun juga pada saat itu sering jatuh pingsan dan kata dokter dia tekena
penyakit asma dan gejala jantung serta koplikasi maaq kronik. Pada saat kondisi
seperti itu nidum tetap menjaga agar tetap tersenyum dan sengat.
memasuki tahun ke 2 kuliah nidum hampir setiap malam berdoa
dan memohon . dia ingin sekali mempunyai pekerjaan sampingan untuk memenuhi
kebutuhan nya sehari-hari di daerah
rantau.
Pada suatu hari nidum diajak seorang sahabat perempuan nya
yang bernama fitri. Untuk main kerumah nya yang mana pada saat itu dirumah nya
fitri laGI ada acara penyuluhan kesehatan
gratis. Si fitri tahu kalau nidum sering pingsan waktu belajar di kelas.
Setiba di rumah lesi .nidum diperkenalkan dengan sebuah
produk kesehatn yang bernama....
To be countinue,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Komentar
Posting Komentar